Pergerakan nilai tukar masih dipengaruhi penguatan dolar AS seiring meningkatnya ekspektasi bahwa kebijakan suku bunga tinggi Federal Reserve akan bertahan lebih lama
Jakarta (KABARIN) - Nilai tukar rupiah kembali melemah pada penutupan perdagangan hari ini. Mata uang Garuda turun 50 poin atau sekitar 0,28 persen menjadi Rp17.717 per dolar Amerika Serikat (AS), dari sebelumnya Rp17.667 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menyebut pelemahan rupiah dipengaruhi meningkatnya ekspektasi bahwa suku bunga tinggi di Amerika Serikat akan bertahan lebih lama.
“Pergerakan nilai tukar masih dipengaruhi penguatan dolar AS seiring meningkatnya ekspektasi bahwa kebijakan suku bunga tinggi Federal Reserve akan bertahan lebih lama,” kata Amru kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Dari sisi global, tekanan terhadap rupiah juga dipengaruhi sentimen geopolitik, terutama ketegangan di Timur Tengah, termasuk negosiasi Amerika Serikat dan Iran, potensi gangguan di Selat Hormuz, serta fluktuasi harga minyak dunia yang ikut mendorong penguatan dolar AS.
Selain itu, arah kebijakan The Fed, pergerakan indeks dolar AS (DXY), serta imbal hasil obligasi pemerintah AS juga masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah di pasar global.
Meski begitu, tekanan terhadap rupiah dinilai masih relatif terbatas. Hal ini seiring langkah Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen dalam Rapat Dewan Gubernur pada 19 hingga 20 Mei 2026 untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan meredam volatilitas pasar.
Dari dalam negeri, fokus pelaku pasar juga tertuju pada langkah lanjutan BI dalam menjaga stabilitas rupiah, termasuk intervensi di pasar valuta asing serta upaya mempertahankan daya tarik instrumen keuangan domestik.
“Kondisi fundamental ekonomi seperti inflasi dan cadangan devisa, juga akan turut menentukan arah rupiah,” ujar Amru.
Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga mencatat pelemahan ke level Rp17.717 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.673 per dolar AS.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026